ICMI-FKPT Kepri Ajak Mahasiswa Cegah Radikalisme
Tanjungpinang (infoluarbiasa.net) – Pentingnya literasi media dan kemampuan menyaring informasi di tengah maraknya penggunaan media sosial, diyakini
merupakan salah satu upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan generasi muda, khususnya diera digital.
Demikian pokok pikiran yang disampaikan duanarasumber, yakni Dr. Darson, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kepri, serta Dr.Suryadi, SP,SH, MH, Wakil Rektor III Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Kamis (18/12), di Tanjungpinang.
“Jangan sampai media sosial bisa mempengaruhi pola pikir generasi muda menjadi terpapar paham radikalisme. Gen Z harus bisa menyaring info dari gadget masing-masing,” ujar doktor Suryadi, yang juga ustadz kondang di Kepri itu.
Dua tokoh cendekiawan Kepri ini mengatakan hal itu pada seminar bertemakan “Bangun Kreativitas Generasi Muda, Cegah Radikalisme” yang ditaja Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Orwil Provinsi Kepri bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Provinsi Kepri.
Forum diskusi yang diadakan di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Dompak, itu menyasar mahasiswa. Acara diikuti 107 orang. Menurut
Bendahara ICMI Kepri, Atik SE, MM, jumlah peserta melampaui target panitia.
“Kami mengundang 100 mahasiswa, namun
berdasarkan daftar hadir tercatat 107 orang mengikuti kegiatan ini,” ujarnya
Pembukaan seminar cukup mendapat perhatian sejumlah pejabat setempat dan pimpinan Umrah, diantaranya, terlihat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol), Drs M lkhsan M.Si,Kadis Dispora Dr. Darson, serta Kadis Kelautan dan Perikanan, Dr.Said Sudrajat, M.Si.
Juga hadir Direktur Pascasarjana Umrah, Dr. Rumzi Samin, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (BAKK)Umrah, Ary Satia Dharma, S.Sos,M.Si, sejumlah pejabat eselon III Pemprov, dan para dosen pascasarjana Umrah.
Acara ini juga didatangi pengurus FKPT Kepri, seperti Bendahara Apriansyah, SH, M.AP, Dr. Fitri Kurniasih, M.Si, Suyono Saeran, SP, MAP, dan para satuan tugas.
Pertemuan ilmiah tersebut berlangsung dinamis dengan fokus pembahasan pada upaya pencegahan paham radikalisme di kalangan generasi muda, khususnya di era digital. Narasumber berhasil melibatkan peserta dalam dialog interaktif sehingga membuat seminar berlangsung cair dan interaktif.
Dr. Darson menekankan bahwa kreativitas dan produktivitas generasi muda merupakan salah satu benteng efektif dalam menangkal radikalisme. Apalagi dalam setiap orasinya, Dr. Darson menyelipkan dengan pantun dan berharap mahasiswa yang menjawab pertanyaannya mesti menggunakan pantun
pula. Yang menjawab pakai pantun, dapat hadiah. Kondisi ini mendorong partisipasi aktif mahasiswa, sehingga menciptakan suasana dialog yang berbalas pantun Apalagi, ternyata mahasiswa yang menjawab
pertanyaan dari narasumber mampu mengimbangi pantun yang disampaikan Dr. Darson sehingga membuat suasana menjadi gemuruh oleh gelak tawa dan tepuk tangan peserta.
Sejumlah mahasiswa menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait tantangan generasi muda dalam menghadapi pengaruh negatif di ruang digital serta peran kampus dalam membangun daya tangkal terhadap paham ekstrem.
Tampil sebagai moderator pada forum itu, Dr (cand)Aisyah Fatmasari, SE, MM, yang sehari-hari menjabat sebagai salah satu kepala bidang (Kabid) di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Kepri, yang juga Wakil Sekretaris ICMI Kepri. Seminar ini secara resmi dibuka oleh Ketua ICMI Orwil Kepri Ansar Ahmad, SE, MM, yang diwakili Ketua Harian ICMI Orwil Kepri, Dr. Lamidi, MM. Dalam sambutannya,Lamidi mengajak mahasiswa untuk terus meningkatkan kreativitas, kapasitas intelektual, dan kepedulian sosial,serta menjauhi tindakan dan paham yang menjurus pada radikalisme dan kekerasan.
la berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana edukasi berkelanjutan bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan di Provinsi Kepri.(red)