Perempuan dan Anak Sebagai Garda Harmoni: FKPT Jatim Gelar Sosialisasi Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme di Ponpes Darun Najah Banyuwangi

Fkptcenter.id – Banyuwangi, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Perempuan dan Anak sebagai Garda Harmoni: Mencegah Intoleransi, Menangkal Radikalisme, dan Melawan Terorisme” di Pondok Pesantren Darun Najah, Banyuwangi, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi SMA/SMK, para guru, serta civitas pesantren, dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag. Ketua FKPT Jawa Timur, Makmulah Harun Anggota FPKB DPRD Jawa Timur, serta KH. Abdul Latif Pengasuh Pondok Pesantren Darun Najah.

Dalam sambutannya, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati menegaskan pentingnya peran keluarga, terutama perempuan dan anak, dalam menjaga harmoni dan mencegah masuknya paham radikalisme di lingkungan masyarakat.

“Kami atas nama FKPT Jawa Timur berkolaborasi dengan masyarakat, dan alhamdulillah hari ini bisa hadir di Banyuwangi. Dari pesantren ini, mari kita bersama menjadi agen yang menebarkan sikap toleransi dan perdamaian,” ujarnya.

Prof. Husniyatus juga menyampaikan bahwa menjaga kerukunan dan persatuan merupakan tanggung jawab semua warga negara. Berdasarkan survei BNPT tahun 2025, Banyuwangi menjadi salah satu wilayah responden dalam pemetaan potensi intoleransi.

“Perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan terpapar paham radikal, maka bapak-bapak juga harus ikut terlibat. Kita semua perlu bersama-sama mendeteksi dini dan memperkuat peran keluarga sebagai garda harmoni bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Makmulah Harun, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PKB, menyampaikan bahwa radikalisme dan terorisme ibarat api dalam sekam, tidak tampak di permukaan, namun terus berupaya mengubah ideologi bangsa.

“Mudah-mudahan komitmen pencegahan terorisme ini bisa dilaksanakan sampai ke level pesantren, sekolah, hingga keluarga,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi FKPT Jawa Timur yang telah memilih Pondok Pesantren Darun Najah sebagai lokasi kegiatan sosialisasi ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya. Semoga kegiatan ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi berkelanjutan. Kami siap bekerja sama dalam program pencegahan radikalisme di masa mendatang,” tambahnya.

KH. Abdul Latif, Pengasuh Pesantren Darun Najah Banyuwangi menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang menyesatkan.

“Saat ini banyak upaya untuk merekayasa nilai-nilai sejarah kemerdekaan. Forum seperti ini penting untuk menegaskan kebenaran, terutama bagi anak-anak. Bibit intoleransi dan radikalisme harus ditolak dan dibasmi, jangan diberi ruang tumbuh,” tegasnya.

Ia juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan FKPT Jawa Timur sebagai bentuk nyata penguatan karakter bangsa.

“Kami mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena menyuarakan dan mengarahkan kita semua untuk memperjuangkan perdamaian bangsa. Jangan mudah terpengaruh, tetapi harus tegas dalam menolak paham yang menyimpang,” tutupnya.