Ketua FKPT Jambi Ajak ASN Cerdas Bermedsos, Awas Radikalisme Menyusup di Game Online
JAMBI- Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jambi Dr Abd Rahman S.Ag, MPd.I terus menyuarakan pencegahan radikalisme. Termasuk di lingkup kerjanya. Salah satunya saat didaulat memimpin apel rutin pagi Rabu (26/11/2025) di Kantor Kementerian Agama Jambi.
“Hati-hati dan cerdaslah dalam menggunakan media sosial serta teknologi digital” pesan Ketua FKPT Jambi yang juga Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf, Dr. H. Abd Rahman.
Ia menegaskan bahwa era digital menghadirkan kemudahan, tetapi juga membawa ancaman serius seperti radikalisasi daring, penyalahgunaan media sosial, dan penyebaran konten tidak pantas.
Dalam arahannya, Dr. H. Abd Rahman menekankan bahwa setiap ASN harus memahami literasi digital, menguasai aplikasi, dan menggunakan teknologi secara bijak. Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan yang diberikan oleh teknologi harus disertai dengan kehati-hatian agar tidak terjebak dalam kesalahan kecil yang bisa berakibat berat.
Ia juga kembali mengingatkan bahwa pepatah lama yang kini relevan dalam dunia digital adalah, “Mulutmu harimaumu, kini jarimu juga harimaumu.”
Menurutnya, aktivitas di media sosial bisa menjadi bumerang apabila tidak disaring dan diperiksa dengan baik sebelum dibagikan.
Dr. H. Abd Rahman juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial, terutama bagi aparatur.
Ia mengimbau agar tidak mudah membagikan konten pribadi yang bisa menimbulkan pikiran negatif. Ia mendorong agar konten yang dibagikan bersifat umum, edukatif, atau memiliki nilai dakwah.
Selain itu, ia menyoroti ancaman radikalisasi terhadap anak-anak melalui game online, salah satunya melalui platform seperti Roblox.
Data menunjukkan 110 anak di 23 provinsi telah direkrut dalam jaringan terorisme melalui cara tersebut, meski Provinsi Jambi belum masuk dalam data tersebut. Ia mengimbau orang tua untuk lebih waspada dan memantau aktivitas anak-anak dalam bermain game online agar tidak terjerumus ke jaringan berbahaya.
Menutup arahannya, Dr. Abd Rahman kembali menegaskan bahwa seluruh ASN dan masyarakat harus memiliki sikap “hati-hati dan cerdas” dalam memanfaatkan media digital. “Ini penting untuk melindungi diri kita, keluarga kita, dan masyarakat dari potensi bahaya yang semakin meningkat di era teknologi,” ujarnya.(*)