Kampus Harus Jadi Ruang Aman : FKPT Babel Gelar Dialog IRET di IAIN SAS Babel
Bangka, FKPT Babel – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Densus 88 kembali menggelar kuliah umum dan dialog interaktif bertema “Peran Kampus sebagai Ruang Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)” di ruang pertemuan IAIN SAS Babel, Kamis (27/11). Kegiatan ini mengangkat tema “Upaya Antisipasi Kerentanan Mahasiswa dan Keterlibatan Anak Muda dalam Jaringan Ekstrimisme Kekerasan” dan diikuti oleh sekitar 200 pelajar dan mahasiswa.
Acara ini turut didukung oleh BIN Daerah Babel, Polda Kepulauan Babel, Kesbangpol, Kemenag, serta pihak IAIN SAS Babel. Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si, CRGP, seorang peneliti sekaligus pemerhati kelompok sosial.
Ketua FKPT Babel, Subardi, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinan atas insiden ledakan di SMA 72 Jakarta yang melibatkan siswanya sendiri. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk lebih waspada, terlebih di Bangka Belitung pernah ditemukan pelajar SMA yang terlibat kelompok ekstrem seperti anarko. Subardi menambahkan, hasil survei menunjukkan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Bangka Belitung berada di atas rata-rata nasional. Karena itu, kegiatan edukatif semacam ini dinilainya sangat penting sebagai langkah antisipatif bagi generasi muda.
Sementara itu, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Babel, AKBP Maslikan, menjelaskan bahwa pembahasan isu IRET sangat relevan di lingkungan kampus yang menjadi laboratorium intelektual bagi mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia telah memasuki kondisi zero attack selama tiga tahun terakhir, meski dalam dua dekade sebelumnya sering mengalami serangan teror. Pada 2024, Indonesia berada di peringkat 39 dunia dengan kategori low impact atau aman. Namun demikian, ia menyoroti meningkatnya keterlibatan anak di bawah umur dalam paham radikal. Saat ini, Densus 88 menangani 110 anak yang terpapar ISIS, dengan penanganan yang kompleks karena menyangkut perlindungan identitas.
Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada FKPT Babel atas penyelenggaraan kuliah umum ini. Ia menegaskan bahwa IAIN SAS Babel sebagai lembaga pendidikan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan terbuka terhadap berbagai kajian ilmiah. Ia juga menekankan pentingnya membentuk pribadi mahasiswa yang berakhlak, mencintai kedamaian, serta menjauhi paham yang merugikan dan mencederai orang lain. “Indonesia sudah final. Pancasila adalah ideologi bangsa, dan kita harus bersyukur hidup di negara yang aman dan damai,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FKPT Babel berharap kampus dapat semakin berperan sebagai benteng utama pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, khususnya di kalangan generasi muda.