FKPT Maluku Utara Ikut Rakornas BNPT, Perkuat Kolaborasi Cegah Terorisme Rakornas Ke-VIII: FKPT Maluku Utara Paparkan Capaian Kontra-Narasi Berbasis Budaya Moloku Kie Raha
Ternate, – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Maluku Utara memaparkan sejumlah capaian strategis kegiatan mandatori dan non mandatori sepanjang tahun 2025 secara daring dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT ke-VIII yang diselenggarakan oleh BNPT RI di Hotel Pulman CBD Jakarta Pusat. Mengangkat tema “Kolaboratif Meneguhkan Ketangguhan Bangsa dan Merawat Kebhinekaan”, FKPT Malut menekankan pentingnya pendekatan kultural dalam menangkal radikalisme.
Ketua FKPT Maluku Utara, Hidayatussalam Sehan, dalam paparannya menyampaikan bahwa pengurus periode 2025–2027 yang dilantik pada April 2025 telah berhasil mengintegrasikan program mandatori BNPT dengan inisiatif lokal (non-mandatori).
“Fokus utama kami adalah melibatkan generasi muda melalui literasi dan seni sebagai benteng pertahanan ideologi,” ungkapnya.
FKPT Maluku Utara melaporkan keberhasilan dua program utama yang melibatkan ratusan pelajar dan konten creator yaitu Program Tinta Emas mengajak jurnalis dan pemuda memproduksi narasi damai dengan mengangkat kearifan lokal empat kerajaan besar Moloku Kie Raha serta filosofi Orang Basudara. Program SUDARA (Suara Damai Nusantara) Melibatkan 100 pelajar se-Kota Ternate dalam pagelaran seni dan budaya di Auditorium RRI sebagai media penyampaian pesan kebhinekaan dan Sinergi Instansi Pembangunan kolaborasi strategis dengan Korem 152/Babullah, Pemerintah Daerah Malut untuk dukungan dana hibah, serta MoU bersama RRI Ternate.
Selain program edukatif, FKPT Malut juga memaparkan hasil pelaksanaan Survei Indeks Risiko Terorisme di lima wilayah, yakni Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai. Survei ini menyasar 50 responden untuk memetakan dimensi pelaku dan target ancaman di wilayah Maluku Utara.
Meski demikian, pihak FKPT secara transparan mengakui adanya kendala teknis dalam pelaksanaan survei di lapangan.
“Beberapa hambatan yang dilaporkan antara lain adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada pengurangan wilayah sampel serta mundurnya sejumlah enumerator akibat minimnya alokasi dana dan jeda waktu koordinasi yang terlalu lama,”paparnya
Sebagai penutup paparan di Rakornas, FKPT Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan kaderisasi berkelanjutan dan penguatan publikasi digital. Hal ini dilakukan agar seluruh program pencegahan dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas demi mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang damai dan berkarakter