FKPT Jatim Laporkan Capaian Pencegahan Terorisme Berbasis Kolaborasi di Rakornas FKPT 2025

Fkptcenter.id – Surabaya, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur memaparkan laporan kinerja dan capaian strategis sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT ke-VIII yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa (23/12/2025). Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Dr. Hj. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., di hadapan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta perwakilan FKPT dari 36 provinsi di Indonesia.

Dalam laporannya, Prof. Titik menjelaskan bahwa FKPT Jawa Timur telah melaksanakan seluruh kegiatan mandatori BNPT secara optimal, baik secara luring maupun daring. Kegiatan luring meliputi Rembug Merah Putih Bidang Agama dan Bidang Media, sementara kegiatan daring dilaksanakan melalui program Menuju Terang pada Bidang Pendidikan. Seluruh kegiatan tersebut mendapat respons dan antusiasme tinggi dari peserta lintas kelompok masyarakat.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kesadaran publik terhadap pentingnya pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme terus meningkat,” ujar Prof. Titik.

Selain program mandatori, FKPT Jawa Timur juga menaruh perhatian besar pada kegiatan non-mandatori sebagai bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi dan sinergi aktif dengan pemerintah daerah, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, serta elemen masyarakat sipil. Menurutnya, langkah ini bertujuan membangun pencegahan secara kolektif dan berkelanjutan.

“FKPT Jatim bertekad untuk tidak hanya menunggu program, tetapi hadir langsung di masyarakat. Kami aktif melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan lembaga-lembaga strategis agar pencegahan bisa dilakukan bersama-sama,” jelasnya.

Dukungan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui skema dana hibah, turut memperkuat pelaksanaan program FKPT Jatim. Meski nilai hibah terbatas, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen FKPT Jatim untuk terus berkontribusi secara nyata dalam upaya pencegahan.

“Bagi kami, bukan soal besar kecilnya dukungan dana, tetapi bagaimana kami bisa terus bekerja dan berkontribusi untuk pencegahan,” tegas Prof. Husniyatus.

Sepanjang 2025, FKPT Jawa Timur juga terlibat dalam berbagai kajian strategis terkait terorisme dan pencegahannya, termasuk pendampingan mahasiswa Al-Azhar atas permintaan pemerintah provinsi, serta kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan pesantren di Banyuwangi.

“Kolaborasi ini dirancang untuk memperluas jangkauan deteksi dini terhadap potensi intoleransi dan radikalisme di lingkungan pendidikan,” terangnya.

Berbeda dengan sasaran BNPT, FKPT Jawa Timur memperluas segmentasi sasaran kegiatan non-mandatori agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Fokus utama saat ini diarahkan pada perempuan dan anak, mengingat peran strategis keluarga dalam membangun ketahanan ideologi dan nilai toleransi sejak dini,” ungkapnya.

Hal tersebut tercermin ketika FKPT Jatim melakukan penguatan literasi keluarga di Banyuwangi, bertepatan dengan peristiwa bom di SMAN 72 Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, FKPT Jatim menekankan pentingnya pola parenting yang demokratis dan penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi utama penanaman nilai toleransi dan kebhinekaan.

“Pencegahan intoleransi dan radikalisme bukan hanya tugas negara atau aparat, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara. Karena itu, pesan ini harus terus kita dengungkan kepada semua elemen masyarakat,” pungkas Prof. Titik.