FKPT Babel Temui Ustaz JAQ, Duta Cegah Satgaswil Densus 88 AT Polri

Koba, Bangka Tengah — Menyambut tahun 2026, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan silaturahmi dengan pengelola salah satu pondok pesantren di Kabupaten Bangka Tengah. Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua FKPT Babel, Subardi, bersama jajaran pengurus. (06/01)

Dalam kunjungan tersebut, FKPT Babel bertemu dengan Ustaz JAQ, yang dikenal sebagai Duta Cegah Satgas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Anti Teror Polri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ustaz JAQ merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) yang telah menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kini aktif berkontribusi dalam upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Saat ini, Ustaz JAQ secara konsisten terlibat dalam kegiatan edukasi dan pembinaan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren dan generasi muda, bersama Satgaswil Densus 88 AT Polri di wilayah Bangka Belitung.

Ketua FKPT Babel, Subardi, menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap paham-paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

“Kolaborasi dengan tokoh agama dan pengelola pesantren sangat penting dalam upaya pencegahan IRET, karena mereka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan yang moderat,” ujar Subardi.

Dalam kesempatan yang sama, Ustaz JAQ menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan FKPT Babel. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah pencegahan IRET di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami berterima kasih atas kunjungan FKPT Babel. Kami siap membantu dan mendukung hal-hal yang bersifat positif demi kebaikan bersama, bangsa, dan negara ke depan,” ungkap Ustaz JAQ.

Melalui pertemuan ini, FKPT Babel berharap sinergi dan komunikasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat guna menciptakan suasana kondusif, damai, dan harmonis di tengah masyarakat Bangka Belitung.