FKPT Babel Sosialisasikan Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme di SMK Yapensu Sungailiat

Bangka, FKPT Babel – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Subardi, menjadi pembicara dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan penangkalan paham intoleran, radikalisme, dan terorisme di SMK Yapensu Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kegiatan yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bangka ini diikuti para siswa SMK setempat. (15/08)

Dalam paparannya, Subardi menjelaskan bahwa terorisme merupakan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan ketakutan massal, merusak objek vital negara, dan dilatarbelakangi ideologi, politik, atau motif keamanan. Ia menegaskan, penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda dapat terjadi melalui berbagai jalur, seperti internet, buku, majalah, dakwah langsung, diskusi, pertemanan, hingga lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan.

“BNPT melalui FKPT mengedepankan strategi Pentahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha. Kami juga menanamkan lima ‘vaksin kebangsaan’ sebagai upaya pencegahan dini,” ungkapnya.

Kelima vaksin tersebut meliputi transformasi wawasan kebangsaan, moderasi beragama, revitalisasi nilai-nilai Pancasila, pelestarian budaya bangsa, dan pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Subardi juga memberikan tips praktis bagi pelajar untuk menghindari paparan radikalisme dan terorisme, di antaranya:

  • Internet & Hoaks: Saring sebelum sharing.
  • Prinsip Berbangsa dan Bernegara: Berpegang pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Sikap Beragama: Mengacu pada pandangan Prof. Quraish Shihab, yakni mengedepankan pengetahuan, menumbuhkan rasa cinta terhadap agama, dan bersikap hati-hati.
  • Pribadi: Jika ada ajakan radikalisme, segera ceritakan kepada orang terdekat seperti orang tua, guru, tokoh agama, atau teman.

Ia menekankan peran masyarakat dalam pencegahan radikalisme dengan menanamkan rasa nasionalisme, mengamalkan Pancasila, memperkuat kecintaan terhadap NKRI, memperkaya wawasan keagamaan dari tokoh moderat, serta selalu waspada terhadap provokasi, hasutan, dan pola rekrutmen teroris baik di lingkungan sekitar maupun di dunia maya.

Selain itu, Subardi menyoroti pentingnya deteksi dini di lingkungan, peran keluarga dalam membentengi generasi muda, serta membangun jejaring dengan komunitas damai—baik secara offline maupun online—untuk memperluas wawasan dan pengetahuan.

“Deteksi dini, peran keluarga, serta keterlibatan aktif dalam komunitas damai adalah langkah konkret yang bisa dilakukan pelajar sejak dini,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, FKPT Babel berharap para siswa mampu memahami pentingnya menjaga persatuan, menumbuhkan toleransi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman paham radikal dan terorisme di lingkungan mereka.