FKPT Babel Paparkan Capaian Program Pencegahan Terorisme pada Kegiatan Monitoring BNPT RI di Bangka Tengah
oplus_34
Bangka Tengah, FKPT Babel — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi menggelar kegiatan Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung di Novotel Kabupaten Bangka Tengah dan menjadi ajang evaluasi sekaligus sinergi antar pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di daerah. (07/08)
Acara tersebut dihadiri oleh Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI beserta rombongan, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jajaran Kesbangpol Kabupaten Bangka Tengah, serta para pengurus FKPT Bangka Belitung.
Dalam kesempatan itu, Ketua FKPT Babel, Subardi, memaparkan laporan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan program kerja FKPT tahun 2025. Ia juga memperkenalkan susunan pengurus FKPT Babel periode 2025–2027, serta menyampaikan bahwa telah terlaksana 29 kegiatan yang mencakup kegiatan Mandatory dan Non-Mandatory.
Berbagai kegiatan tersebut mencakup penguatan program dan kerja sama dengan berbagai stakeholder dalam memperkuat upaya pencegahan radikalisme dan intoleransi. Di antaranya adalah pemasangan spanduk SPMB 2025 bertema kewaspadaan terhadap pendidikan intoleran di berbagai kabupaten/kota, kegiatan “Bekisah” kepada pelajar dan mahasiswa, serta keterlibatan pengurus FKPT Babel sebagai narasumber dalam berbagai forum pencegahan terorisme.
Subardi juga mengungkapkan capaian, kendala, dan hambatan selama pelaksanaan kegiatan FKPT Babel. Ia menegaskan bahwa kepengurusan FKPT Babel saat ini tetap solid dan mampu bersinergi dalam menjalankan seluruh rencana kerja. Di akhir paparannya, Subardi menekankan pentingnya meningkatkan jangkauan interaksi langsung dengan masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menanggulangi intoleransi dan radikalisme yang menjadi akar dari terorisme. Ia pun mendorong adanya dukungan kebijakan dan pendanaan dari pemerintah daerah untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan di tingkat akar rumput (grassroots).
Menanggapi hal tersebut, Kolonel (Sus) Dr. Harianto, M.Pd Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian FKPT Babel. Ia mendorong agar FKPT Babel terus mengembangkan kemampuan dalam menghimpun data, menganalisis dinamika lingkungan, serta merumuskan solusi yang tepat dalam menghadapi potensi radikalisme di masyarakat.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan narasumber, yang menjadi wadah bertukar gagasan dan memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan terorisme melalui pelibatan aktif masyarakat.