FKPT Babel Gelar Rembuk Merah Putih: Perkuat Peran Pemuda Tangkal Radikalisme di Era Digital

Pangkalpinang, FKPT Babel — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Rembuk Merah Putih bertema “Mewujudkan Pemuda Cerdas, Kritis dan Cinta Tanah Air” yang berlangsung di Aula Depati Bahrin, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (04/08/2025)

Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan ini, seperti tokoh lintas agama, jurnalis kampus dan sekolah, serta para konten kreator muda, bertujuan membangun kesadaran kebangsaan, memperkuat nilai-nilai Pancasila, kebhinekaan, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han, yang menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus bersama-sama melawan paham dan tindakan kekerasan radikal.

“BNPT hadir bersama FKPT dalam dialog Rembuk Merah Putih untuk memperkuat wawasan kebangsaan, mendorong kreativitas positif, serta mempererat persaudaraan antar umat beragama. Kami juga mengajak media dan para konten kreator berkomitmen untuk menyebarkan narasi perdamaian,” ujar Mayjen Sudaryanto.

Sementara itu, Ketua FKPT Babel, Subardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional BNPT melalui Subdit Pemberdayaan Masyarakat di bawah Deputi I. Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk wilayah dengan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) tinggi, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berdasarkan survei BNPT 2018–2024, mencatat angka di atas rata-rata nasional.

“Rembuk Merah Putih bertujuan memperkuat ketahanan nasional dengan menjalin keakraban antar tokoh lintas agama dan memberikan pelatihan budaya menulis serta berpikir kritis. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kemampuan masyarakat menyusun narasi tandingan terhadap paham radikal,” jelas Subardi.

Dalam sesi pertama kegiatan, para peserta mendapatkan materi dari para narasumber kompeten, antara lain:
Kol. Sus. Dr. Harianto, M.Pd (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT), Dr. H. Sholehuddin, M.Pd (Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Direktur Pusat Kajian Moderasi Beragama), Janadi Abdul Qohhar (Mitra Deradikalisasi BNPT yang membagikan testimoni sebagai mantan pelaku).

Para narasumber menyampaikan pentingnya pemahaman agama secara moderat dan peran aktif pemuda dalam menangkal narasi ekstremisme di media sosial maupun ruang-ruang publik lainnya.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pelatihan praktis oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang pembuatan feature dan foto feature. Materi disampaikan oleh Romlan, yang memandu peserta dalam praktik menulis dan membuat foto bertema kontra naratif terhadap radikalisme. Hasil karya peserta langsung dilombakan sebagai bagian dari output kegiatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis BNPT dan FKPT Babel dalam menyebarluaskan pemahaman kebangsaan serta mendorong pemuda menjadi agen perubahan, pelopor kedamaian, dan penjaga harmoni Indonesia melalui media dan karya nyata.