FKPT Babel Gelar Rapat Persiapan dan Evaluasi Kegiatan Tahun 2025
Pangkalpinang, FKPT Babel – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan rapat persiapan sekaligus evaluasi kegiatan tahun 2025. Pertemuan ini digelar pada Senin (22/09/2025) di ruang pertemuan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dihadiri oleh pengurus FKPT Babel periode 2025–2027.
Dalam sambutannya, Ketua FKPT Babel Subardi menegaskan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, baik kegiatan mandatory (yang merupakan program prioritas dari BNPT) maupun kegiatan non-mandatory yang diinisiasi langsung oleh FKPT Babel.
“Hari ini kita tidak hanya menilai apa yang sudah kita kerjakan, tetapi juga menyusun strategi untuk program ke depan. Beberapa kegiatan sudah berjalan baik, namun perlu perbaikan agar lebih tepat sasaran. Selain itu, kita juga akan membahas rencana dialog terbuka dan penyusunan buku tentang pengalaman para mantan narapidana terorisme (ex-napiter) yang dapat menjadi pembelajaran bersama,” ujar Subardi.
Sejak awal tahun 2025, FKPT Babel telah melaksanakan berbagai program pencegahan paham radikal, intoleransi, dan terorisme. Di antaranya Sosialisasi pencegahan paham intoleran di sekolah-sekolah, Sosialisasi larangan mengikuti organisasi anti-Pancasila, Sosialisasi waspada pendidikan intoleran pada momen seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB), Koordinasi dan silaturahmi dengan para pemangku kepentingan terkait isu Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di wilayah Bangka Belitung, Keterlibatan FKPT Babel sebagai narasumber pada kegiatan yang digelar pemerintah daerah, kepolisian, kampus, serta organisasi masyarakat, Partisipasi dalam kegiatan nasional BNPT seperti Rembuk Merah Putih dengan tema “Perkuat Peran Pemuda Tangkal Radikalisme di Era Digital”, program Menuju Terang dengan tema “Memahami Terorisme Lewat Empati Digital” bagi pelajar dan mahasiswa, serta kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev).
Menurut Subardi, berbagai program tersebut telah memberi kontribusi signifikan terhadap upaya pencegahan terorisme di daerah, sekaligus memperkuat peran FKPT Babel sebagai mitra strategis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Selain evaluasi, rapat ini juga membahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan FKPT Babel ke depan, terutama melalui bidang penelitian. Salah satu agenda utama tahun 2025 adalah riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR). Riset ini direncanakan melibatkan total 400 responden dengan cakupan wilayah IRT akan dilakukan di 3 kabupaten/kota di Bangka Belitung dan IPR akan dilakukan di 5 kabupaten/kota.
Setiap enumerator akan mengumpulkan data dari 20 hingga 40 responden sesuai lokasi yang ditentukan.
“Hasil penelitian ini akan menjadi dasar penting untuk pemetaan potensi radikalisme dan risiko terorisme di Bangka Belitung. Dengan data yang valid, kita bisa menyusun langkah pencegahan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” jelas Subardi.
FKPT Babel berkomitmen melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat dalam menguatkan daya tahan masyarakat terhadap pengaruh paham radikalisme. Upaya ini dilakukan tidak hanya melalui sosialisasi, tetapi juga melalui pendekatan dialogis, literasi digital, riset akademik, dan publikasi ilmiah.
Rapat ini diakhiri dengan penegasan bahwa FKPT Babel periode 2025–2027 akan terus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan terorisme, dengan mengedepankan kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
