FKPT Babel Edukasi Siswa SMKN 1 Mendo Barat soal Pencegahan Terorisme dan Radikalisme

Bangka, FKPT Babel — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut berperan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025 di SMK Negeri 1 Mendo Barat. Kegiatan yang diikuti oleh 42 siswa baru ini berlangsung di ruang kelas sekolah tersebut. (16/07/2025)

Dalam kesempatan ini, Musa selaku Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Babel membuka sesi dengan memperkenalkan dasar hukum pembentukan FKPT yang berada di bawah naungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI. Ia juga menjelaskan visi-misi serta struktur kepengurusan FKPT Babel.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua FKPT Babel, Subardi, yang mengupas tentang bahaya terorisme dan cara penyebaran paham radikalisme di kalangan generasi muda. Dalam paparannya, Subardi menyebut bahwa terorisme merupakan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menciptakan ketakutan massal dan merusak objek vital negara dengan latar belakang ideologi, politik, atau motif keamanan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebaran radikalisme kepada generasi muda dilakukan melalui berbagai cara seperti internet, buku, majalah, dakwah langsung, diskusi, pertemanan, hingga lingkungan keluarga dan lembaga pendidikan.

“BNPT melalui FKPT mengedepankan strategi Pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha. Kami juga menanamkan lima ‘vaksin kebangsaan’ sebagai upaya pencegahan dini,” jelas Subardi.

Kelima vaksin tersebut mencakup transformasi wawasan kebangsaan, moderasi beragama, revitalisasi nilai-nilai Pancasila, pelestarian budaya bangsa, dan pembangunan kesejahteraan.

Di akhir penyampaian materinya, Subardi menekankan pentingnya peran pelajar dalam upaya pencegahan terorisme dan radikalisme. Ia mengajak peserta untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, memperkuat pemahaman agama yang moderat dari sumber tepercaya, serta membentengi diri dari provokasi dan hasutan di lingkungan nyata maupun dunia maya.

“Deteksi dini, peran keluarga, serta keterlibatan aktif dalam komunitas damai adalah langkah konkret yang bisa dilakukan pelajar sejak dini,” tutup Subardi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa baru dapat memahami pentingnya menjaga persatuan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme dan terorisme di lingkungan mereka. (Ndi)