FKPT Babel Dorong Penguatan Poskestren Dalam Workshop Kesehatan Pesantren di Bangka Tengah
Oplus_131072
Bangka Tengah, FKPT Babel — Kepala Bidang Agama, Sosial, Ekonomi dan Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mehmud Elhoiri, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Pengelolaan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Grand Vella Hotel, Bangka Tengah, pada Kamis (20/11).
Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan dan pengelola pesantren se-Kabupaten Bangka Tengah serta perwakilan pengelola lintas program tingkat provinsi. Workshop tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pesantren dalam mengelola Poskestren sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Dalam pemaparannya, Mehmud menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai wadah edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi seluruh warga pesantren. Ia menilai bahwa kondisi kesehatan lingkungan pesantren pada umumnya masih memerlukan perhatian berbagai pihak, baik dari sisi akses layanan kesehatan, perilaku hidup sehat, maupun kualitas kesehatan lingkungan.
“Untuk mewujudkan pesantren sehat, sangat diperlukan adanya Pos Kesehatan Pesantren yang memiliki kesiapan, kemampuan, dan kemauan untuk mencegah serta mengatasi masalah kesehatan secara mandiri sesuai kapasitasnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Mehmud juga menyampaikan bahwa FKPT Babel bekerja berdasarkan dasar hukum yang jelas dan berada di bawah koordinasi langsung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Ia menegaskan bahwa FKPT memiliki visi dan misi untuk memperkuat daya tahan masyarakat terhadap pengaruh paham radikal dan intoleransi serta mengembangkan sinergi pencegahan berbasis kearifan lokal.
“FKPT Babel senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program pencegahan. Kami memperkenalkan struktur kepengurusan yang terus bergerak dan bekerja bersama stakeholder terkait,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengelola pesantren mampu meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam pengelolaan Poskestren, sehingga dapat menciptakan lingkungan pesantren yang lebih sehat, aman, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk isu kesehatan dan ketahanan masyarakat.