FKPT Babel dan DPD KNPI Bangka Gencarkan Sosialisasi Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Sekolah

Bangka, FKPT Babel – Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Bangka menggelar kegiatan sosialisasi di SMA Negeri 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka. (19/06/2025)

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Polda Bangka Belitung ini menghadirkan Ketua FKPT Babel, Subardi, sebagai narasumber utama. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Harian Kanit 1 Subdit Kamneg Dit Intelkam Polda Babel, AKP Marwan, SH. Sosialisasi diikuti oleh 150 peserta dari siswa kelas X, XI, dan XII SMA Negeri 1 Sungailiat.

Dalam paparannya, Subardi menyampaikan materi bertajuk “Cegah dan Tangkal Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme”. Ia menjelaskan bahwa terorisme merupakan tindakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menciptakan ketakutan secara luas, menimbulkan korban massal, serta kerusakan terhadap objek vital nasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.
“Upaya pencegahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Oleh karena itu, sangat penting menanamkan rasa nasionalisme, mengamalkan Pancasila, serta menumbuhkan cinta tanah air sejak dini,” tegas Subardi.

Ia juga menekankan pentingnya memperkaya wawasan keagamaan melalui sumber-sumber terpercaya dengan pandangan yang moderat, serta membentengi diri dari provokasi, hasutan, dan pola rekrutmen jaringan teroris, baik di dunia nyata maupun digital.

Subardi turut menggarisbawahi peran keluarga sebagai institusi pertama dalam membentuk karakter anak agar tidak mudah terpengaruh oleh paham menyimpang. Selain itu, ia mendorong siswa untuk aktif membangun jejaring dengan komunitas-komunitas damai demi memperluas wawasan dan menjaga nilai-nilai kebhinekaan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentengi pelajar dari paham radikal dan intoleran, serta memperkuat komitmen generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Ndi)