FKPT Babel Ajak Ormas Islam Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Pangkalpinang, FKPT BABEL – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengajak seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam di daerah ini untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama yang digelar Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Babel di Hotel Ren’z Pangkalpinang, Selasa (2/9).

Ketua FKPT Babel, Subardi, yang hadir sebagai narasumber menegaskan pentingnya mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan organisasi.

“Apapun latar belakang organisasi dan agama, mari kita kedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Jika sudah bicara kepentingan bangsa, mari lepas baju organisasi demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan sejumlah ormas Islam yang telah terdaftar di Badan Kesbangpol Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, antara lain PW Nahdlatul Ulama (NU) Babel, PW Muhammadiyah Babel, DPD Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Pemuda Muhammadiyah, PW Ansor, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan lainnya.

Dialog resmi dibuka oleh Plt. Kakanwil Kemenag Babel, Pril Marori, ST., MM. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kerukunan menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan beragama.

“Kerukunan adalah kunci utama menjaga keutuhan bangsa. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas diskusi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menangkal paham radikal, intoleransi, maupun terorisme yang merusak persatuan,” katanya.

Subardi menambahkan, radikalisme kerap berawal dari sikap intoleran yang dibiarkan berkembang. Ia juga menyoroti semakin maraknya radikalisme digital yang menyusup lewat media sosial.

“Kasus-kasus radikalisme di Bangka sebagian besar berawal dari pengaruh jaringan luar melalui media digital. Masyarakat perlu cerdas menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasiter Korem 045/Garuda Jaya, Kolonel Kav. Sigit Priyo Utomo, menekankan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

“Berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial sering dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat. Mari gunakan media sosial secara sehat, cerdas, dan produktif,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi pengawasan organisasi, Kabid Ekososbud Kesbangpol Provinsi Babel, Diyah Fitri Inayati, ST., menegaskan perlunya data organisasi kemasyarakatan yang valid dan terintegrasi.

“Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam memantau sekaligus membina ormas agar tidak disusupi kepentingan radikal. Dengan begitu, setiap organisasi tetap berjalan sesuai koridor hukum dan tujuan kebangsaan,” jelasnya.

Dialog berjalan dinamis dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Berbagai persoalan terkait intoleransi, potensi konflik, serta strategi bersama mencegah radikalisme di Bangka Belitung dibahas secara terbuka.

Menutup kegiatan, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Babel, Abdul Rohim, mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor dalam memperkuat persaudaraan dan kerukunan umat beragama.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk memperkokoh persaudaraan dan menjadi agen moderasi beragama. Dengan kerukunan, pembangunan di Babel akan semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama lintas lembaga, ormas, dan aparat pemerintah dalam menjaga harmoni, kerukunan, serta ketahanan nasional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.