Deklarasi Kampus Damai Menggema di IAIN SAS Babel
Bangka, FKPT Babel – Sebanyak 200 peserta yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa IAIN SAS Babel mengikuti kuliah umum dan dialog interaktif bertajuk “Peran Kampus sebagai Ruang Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)” yang berlangsung di ruang pertemuan IAIN SAS Babel, Kamis (27/11). Pada akhir kegiatan, seluruh peserta bersama-sama membacakan Deklarasi Kampus Damai sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan pendidikan tetap aman dan harmonis.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh FKPT Babel bekerja sama dengan Densus 88, serta mendapat dukungan dari BIN Daerah Babel, Polda Kepulauan Babel, Kesbangpol, Kemenag, dan pihak IAIN SAS Babel.
Acara diawali dengan laporan Ketua FKPT Babel, Subardi, yang mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Bangka Belitung berada di atas rata-rata nasional. Karena itu, ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting sebagai upaya antisipatif bagi generasi muda, terutama di lingkungan kampus.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Babel, AKBP Maslikan, yang menjelaskan bahwa isu IRET sangat relevan untuk dibahas di kampus sebagai ruang intelektual dan pusat pengembangan pemikiran mahasiswa. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam kondisi zero attack selama tiga tahun terakhir, meski sebelumnya sempat mengalami serangkaian aksi teror selama dua dekade.
Kegiatan resmi dibuka oleh Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.Si, yang menyampaikan apresiasi kepada FKPT Babel atas terselenggaranya kuliah umum tersebut. Ia menegaskan bahwa IAIN SAS Babel menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan terbuka untuk berbagai kajian ilmiah. Rektor juga menekankan pentingnya membentuk pribadi mahasiswa yang berakhlak, mencintai kedamaian, serta menjauhi paham yang merugikan dan mencederai orang lain.
Para peserta kemudian menerima materi dari narasumber, Dr. Rida Hesti Ratnasari, M.Si, CRGP, seorang peneliti dan pemerhati kelompok sosial yang banyak membahas isu-isu ekstremisme dan kerentanan anak muda.
Di penghujung acara, para peserta membacakan Deklarasi Kampus Damai yang berisi tiga komitmen utama:
- Menjaga lembaga pendidikan sebagai tempat tumbuh dan berkembang yang aman dan damai.
- Menolak intoleransi, bullying, kekerasan, radikalisme, dan terorisme.
- Menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Deklarasi ini diharapkan menjadi penguat komitmen seluruh civitas akademika IAIN SAS Babel dalam menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari paham intoleran dan kekerasan, serta menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya di Bangka Belitung.