BNPT–FKPT Sultra Hadirkan SUDARA 2025 sebagai Panggung Seni Pembawa Pesan Damai

Kendari, 19 November 2025. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memperkuat komitmen pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda. Kali ini, mereka menggelar kegiatan SUDARA (Suara Damai Nusantara) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Rabu (19/11/2025).
Melalui pendekatan seni dan budaya, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi positif bagi pelajar untuk menyuarakan toleransi, persatuan, dan perdamaian. Gelaran SUDARA juga menghadirkan lomba seni tari dan seni vokal yang diikuti kelompok seni dari berbagai daerah di Bumi Anoa.
Para peserta menampilkan tarian, puisi, monolog, dan lagu yang sarat pesan damai. Kreativitas mereka tidak hanya memeriahkan panggung, tetapi juga mempertegas bahwa seni dapat menjadi media yang halus namun efektif dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam sambutannya, Kepala Subdirektorat Pengawasan BNPT, Suniah Setyawati, mengingatkan generasi muda agar bijak menghadapi banjir informasi di era digital.
“Tidak bisa dipungkiri dengan kemajuan teknologi, anak muda dituntut untuk selalu update dan tidak ketinggalan informasi. Tetapi tetap harus bijak dalam mengolah informasi yang diterima, terutama yang berisi informasi negatif atau yang merugikan diri sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan kebudayaan adalah strategi pencegahan yang efektif.
“Pendekatan kultural, melalui puisi dan gelar budaya adalah salah satu strategi pencegahan yang halus namun efektif,” tegasnya.
Sementara itu, kegiatan SUDARA dibuka secara resmi oleh Dr. Ir. Sukanto Toding, Staf Ahli Gubernur Sultra, Bidang SDM dan Kemasyarakatan, mewakili Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Ia menekankan pentingnya festival ini dalam menghadapi ancaman ideologi yang menyasar generasi muda.
“Kita semua menyadari bahwa tantangan keamanan bangsa hari ini tidak hanya berupa ancaman fisik, tetapi juga ancaman ideologi dan infiltrasi pemikiran ekstrem,” ujarnya.
Menurutnya, pelajar merupakan aset besar bangsa sekaligus kelompok yang paling rentan jika tidak dibekali pemahaman yang memadai.
“Kegiatan ini bukan sekadar lomba atau pertunjukan budaya, tetapi upaya strategis membangun kesadaran, karakter, dan daya tangkal masyarakat, khususnya pelajar, terhadap paham radikalisme. Melalui seni dan budaya, pesan damai dapat disampaikan secara lebih menyentuh dan kreatif,” tambahnya.
Acara ini juga dihadiri Ketua FKPT Sultra, Kepala Dikbud Sultra, Kasatgaswil Densus 88, serta unsur Forkopimda Sultra. Mereka memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta serta menegaskan pentingnya menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain menjadi ruang edukasi, SUDARA juga mempromosikan kekayaan budaya Sultra. Para peserta tampil membawakan tarian dan lagu tradisional yang menunjukkan keragaman dan keindahan budaya daerah. Hal ini menjadikan SUDARA tidak hanya sebagai ajang seni, tetapi juga sebagai perayaan identitas lokal yang mempererat rasa kebangsaan di kalangan pelajar.

Melalui pelaksanaan SUDARA 2025, BNPT dan FKPT Sultra berharap pesan toleransi dan penolakan radikalisme dapat semakin mengakar di lingkungan generasi muda. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai daerah untuk mengembangkan strategi pencegahan radikalisme berbasis seni dan budaya.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, pelajar, dan komunitas seni, SUDARA menunjukkan bahwa upaya menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis dapat ditempuh melalui cara-cara kreatif yang menyentuh hati.