Audiensi BNPT-FKPT Jatim ke Pemkab Lamongan Perkuat Kerja Sama Pencegahan Radikalisme
Fkptcenter.id – Lamongan, Pemerintah Kabupaten Lamongan menerima kunjungan audiensi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur pada Kamis (20/11/2025). Pertemuan ini digelar sebagai upaya memperkuat kolaborasi pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di wilayah Lamongan—daerah yang dinilai memiliki kerawanan cukup tinggi.
Bupati Lamongan, H. Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa daerahnya membutuhkan pendampingan dan pengawasan berkelanjutan untuk mengantisipasi ancaman radikalisme.
“Lamongan merupakan daerah yang rentan. Jika hal-hal yang bersifat terorisme dan radikalisme tidak diawasi dengan baik, maka itu akan mengganggu ketahanan nasional kita,” tegasnya.
Bupati juga mengapresiasi langkah BNPT dan FKPT Jatim yang terus melakukan edukasi dan koordinasi lintas sektor.
“Kami menyampaikan terima kasih atas arahan dan informasi yang disampaikan. Ini sangat penting bagi pemerintah daerah,” imbuhnya.
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kol. Sus. Hariyono menjelaskan bahwa tren penyebaran paham ekstremisme kini terjadi melalui tiga ranah utama yaitu propaganda, perekrutan, dan pendanaan—terutama melalui media sosial.
“Saat ini medan perang kita adalah media sosial. Propaganda, perekrutan, serta pendanaan dilakukan secara digital. Banyak masyarakat termasuk PMI mengira mereka hanya berdonasi, padahal itu bisa menjerat mereka pada tindak pidana terorisme,” terangnya.
Dengan maraknya fenomena kelompok rentan yang menjadi sasaran—perempuan, remaja, dan anak, BNPT menyoroti kasus bom di SMAN 72 Jakarta sebagai bukti urgensi pencegahan sejak dini.
“Apa yang terjadi di SMAN 72 Jakarta ini sudah dimonitor dari rapat koordinasi kementerian dan lembaga sebelumnya. Mudah-mudahan di Jatim bisa dicegah dan diantisipasi baik reaktif maupun preventif terkait pencegahan paham intoleransi dan radikalisme. Harapan kami bersama ini tidak terlepas dari bagaimana menguatkan sebuah pendekatan pentahelix ,” tambahnya.
Ketua FKPT Jawa Timur, Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., menyebut bahwa FKPT Jatim merupakan mitra strategis BNPT yang bertugas memperkuat pencegahan di daerah sesuai arahan nasional.
“Upaya provokasi dan propaganda dilakukan melalui media sosial, dan sasarannya perempuan, remaja, dan anak. Karena itu kami turun ke daerah-daerah rawan seperti Magetan, Lamongan, Probolinggo untuk melakukan mitigasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa FKPT Jatim juga melakukan riset akademik bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Unesa, untuk memetakan potensi ekstremisme dan merumuskan langkah pencegahan berbasis data.
“Pencegahan ini merupakan tugas kita bersama. Kami mengedepankan kolaborasi pentahelix agar upaya pencegahan lebih efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Prof. Husniyatus.